
Invalid Date
Dilihat 11 kali

BARRU, SULAWESI SELATAN — Transformasi pertanian mulai mengarah pada penggunaan teknologi yang mampu membuat proses budidaya lebih efisien. Di Desa Corawali, Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru, teknologi drum seeder menjadi salah satu metode yang dipersiapkan untuk mendukung penerapan sistem pertanian modern melalui program PM-AAS (Advanced Agricultural System).
Teknologi ini menawarkan perubahan mendasar dalam proses penanaman padi. Jika pada metode konvensional petani harus menyemai benih terlebih dahulu, kemudian memindahkan bibit ke lahan sawah, penggunaan drum seeder memungkinkan benih ditanam langsung pada lahan yang telah dipersiapkan.
Dengan sistem tersebut, sejumlah tahapan pekerjaan dapat disederhanakan. Petani juga berpeluang menghemat waktu dan tenaga kerja, terutama pada proses persemaian dan pemindahan bibit.
Dorong Efisiensi, Bukan Sekadar Modernisasi Alat
Dalam pengembangan pertanian modern, penggunaan teknologi tidak hanya berorientasi pada mekanisasi, tetapi juga pada efisiensi biaya produksi dan peningkatan produktivitas. Karena itu, penerapan drum seeder perlu disertai kesiapan lahan, pengaturan air, kualitas benih, serta pendampingan teknis oleh penyuluh pertanian.
Tim Kerja Kabupaten Barru bersama Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Tanete Rilau dan PPL Desa Corawali menjadi pihak yang relevan untuk memastikan kesiapan pelaksanaan program, penentuan kelompok tani sasaran, serta pendampingan petani di lapangan.
Jadwal pelaksanaan, luas lahan sasaran, dan jumlah petani yang terlibat perlu dipastikan melalui keterangan resmi pelaksana program agar penerapan teknologi ini berjalan sesuai dengan perencanaan.
Petani Diharapkan Mendapat Manfaat Nyata
Bagi petani, keberhasilan modernisasi pertanian tidak cukup diukur dari penggunaan alat baru. Dampaknya perlu dilihat dari berkurangnya kebutuhan tenaga kerja, efisiensi waktu tanam, biaya produksi, pertumbuhan tanaman, hingga hasil panen.
Penggunaan drum seeder juga membutuhkan penyesuaian terhadap kondisi lahan dan pengelolaan air. Oleh sebab itu, pendampingan penyuluh dan evaluasi hasil penerapan menjadi bagian penting untuk memastikan teknologi tersebut benar-benar sesuai dengan kebutuhan petani setempat.
Melalui PM-AAS, Desa Corawali berpeluang menjadi bagian dari upaya mendorong pertanian yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi. Harapannya, modernisasi tidak berhenti pada pengenalan alat, tetapi mampu memberikan manfaat nyata bagi petani dan memperkuat sektor pertanian Kabupaten Barru.
Bagikan:

Desa Corawali
Kecamatan Tanete Rilau
Kabupaten Barru
Provinsi Sulawesi Selatan
© 2026 Powered by PT Digital Desa Indonesia
Pengaduan
0
Kunjungan
Hari Ini